TeRima KasIh

Terima
Kasih Ayah. Terima Kasih Ibu. Terima Kasih Semuanya

Jikalau
Ayah bekerja dan dibayar Rp 50.000 perjamnya sekalipun, pasti aku
akan membelinya dengan uangku untuk satu jam saja.

Jikalau
Ibu membersihkan rumah dalam satu jam, psti aku akan membatunya dan
tak perlu satu jam, lau sisanya untukku.

Jikalau
adik mengerjakan PR untuk satu jam, pasti aku akan menyelesaikan
Prnya dan sisa waktunya untukku.

Lalu
kita semua berkumpul menjadi satu, menikmati betapa indahnya
kebersamaan. Sekarang atau tidak sama sekali.

Ibu
adalah Research Associate di Bidang Perkembangan Anak dan Hubunan
Masyarakat. Tujuan dan Hidup Ibu sangatlah penting bagi hasil
percobaan-percobaannya sekarang yang sudah berumur. Mereka masih
memerlukan hasil risert terbarudari ibu, agar mampu berkembang dengan
baik dan sukses. Tak lupa ayah, dialah produser yang sekaligus
sutradara dibalik lab yang sederhana ini. Dengan dialah
percobaan-percobaan itu tetap dipertahankan. Dialah otak
percobaan-percobaan itu akan dibawa kemana.

Jika
percobaan itu dibesarkan dalam pujian, ia akan belajar menghargai.
Dalam restu dan persetujuan, ia akan belajar menyukai dirinya.
Dibesarkan dalam pengakuan, ia akan belajar menyukai cita-cita.

Jika
percobaan itu dibesarkan dalam suasana saling memberi, ia akan
belajar tentang kebenaran dan keadilan. Dalam rasa aman, ia akan
belajar mempercayai dirinya sendiri dan orang-orang yang ada
dilingkungannya. Dalam persahabatan, ia akan belajar mengetahui bahwa
dunia ini adalah tempat nyaman untuk dihuni. Dalam kentrentaman, ia
akan belajar memiliki pikiran yang damai.

Aku
ingin cepat kembali ke lab dan ingin dibesarkan oleh Ayah dan Ibu
dengan membawa hasil risert di lab lainnya. Tentunya denagn membawa
kesuksesan dan kebanggaan, lalu mengabarkan ke asal labnya bahwa
percobaannya berhasil dengan sukses dan masih perlu banyak diperbaiki
agar hasilnya lebih baik.

Aku
masih ingin mempelajari semuanya itu dengan baik kepada Ayah dan
Ibuku. Karena waktuku mungkin masih banyak. Aku ingin dibesarkan
dalam jika-jika yang tadi. Aku ingin bukan hanya harapan tetapi
kenyataan. Dengan ketulusan dan keikhlasan, aku akan terima dengan
ketulusan dan keikhlasan juga. Namun, jika kekerasan dan
ketidakpercayaan, aku akan mencoba bersabar dan mencoba mencari lab
lain yang damai. Jika aku membawa cinta pasti sukses dan kaya akan
datang, membantu bukan dicari. Aku belajar betapa miskinnya isi
kehidupanku selama ini. Terima kasih Ayah. Terima kasih Ibu. Terima
kasih semuanya.

Kelak
aku akan menjadi sepertimu. Dan dirimu akan menjadi Nenek dan Kakek
yang bahagia. Buat Nenek-nenek yang ada, aku ucapakan terima
kasihyang terdalam. Aku tidak akan membuatkan piring kayu dan gelas
kayu untuk oarang tuaku kelak. Tapi, akan kubuatkan hasil percobaan
yang berharga dan apa yang mereka berikan, bahkan lebih.

One Response to “TeRima KasIh”

  1. Chibi Says:

    KkQqqqq…..
    BnRan u mo ngeRjain PR-PR q????
    sumpah????
    cpt pulang,ntR tak ksh PR yg bnyk!!!
    pa tak krm via email aja y??/
    Y dah de,,b’hub u pingin bgt ngerjain PR-PR q
    ntR tak krmin deh…

Leave a Reply