Archive for October, 2007

TeRima KasIh

Monday, October 22nd, 2007

Terima
Kasih Ayah. Terima Kasih Ibu. Terima Kasih Semuanya

Jikalau
Ayah bekerja dan dibayar Rp 50.000 perjamnya sekalipun, pasti aku
akan membelinya dengan uangku untuk satu jam saja.

Jikalau
Ibu membersihkan rumah dalam satu jam, psti aku akan membatunya dan
tak perlu satu jam, lau sisanya untukku.

Jikalau
adik mengerjakan PR untuk satu jam, pasti aku akan menyelesaikan
Prnya dan sisa waktunya untukku.

Lalu
kita semua berkumpul menjadi satu, menikmati betapa indahnya
kebersamaan. Sekarang atau tidak sama sekali.

Ibu
adalah Research Associate di Bidang Perkembangan Anak dan Hubunan
Masyarakat. Tujuan dan Hidup Ibu sangatlah penting bagi hasil
percobaan-percobaannya sekarang yang sudah berumur. Mereka masih
memerlukan hasil risert terbarudari ibu, agar mampu berkembang dengan
baik dan sukses. Tak lupa ayah, dialah produser yang sekaligus
sutradara dibalik lab yang sederhana ini. Dengan dialah
percobaan-percobaan itu tetap dipertahankan. Dialah otak
percobaan-percobaan itu akan dibawa kemana.

Jika
percobaan itu dibesarkan dalam pujian, ia akan belajar menghargai.
Dalam restu dan persetujuan, ia akan belajar menyukai dirinya.
Dibesarkan dalam pengakuan, ia akan belajar menyukai cita-cita.

Jika
percobaan itu dibesarkan dalam suasana saling memberi, ia akan
belajar tentang kebenaran dan keadilan. Dalam rasa aman, ia akan
belajar mempercayai dirinya sendiri dan orang-orang yang ada
dilingkungannya. Dalam persahabatan, ia akan belajar mengetahui bahwa
dunia ini adalah tempat nyaman untuk dihuni. Dalam kentrentaman, ia
akan belajar memiliki pikiran yang damai.

Aku
ingin cepat kembali ke lab dan ingin dibesarkan oleh Ayah dan Ibu
dengan membawa hasil risert di lab lainnya. Tentunya denagn membawa
kesuksesan dan kebanggaan, lalu mengabarkan ke asal labnya bahwa
percobaannya berhasil dengan sukses dan masih perlu banyak diperbaiki
agar hasilnya lebih baik.

Aku
masih ingin mempelajari semuanya itu dengan baik kepada Ayah dan
Ibuku. Karena waktuku mungkin masih banyak. Aku ingin dibesarkan
dalam jika-jika yang tadi. Aku ingin bukan hanya harapan tetapi
kenyataan. Dengan ketulusan dan keikhlasan, aku akan terima dengan
ketulusan dan keikhlasan juga. Namun, jika kekerasan dan
ketidakpercayaan, aku akan mencoba bersabar dan mencoba mencari lab
lain yang damai. Jika aku membawa cinta pasti sukses dan kaya akan
datang, membantu bukan dicari. Aku belajar betapa miskinnya isi
kehidupanku selama ini. Terima kasih Ayah. Terima kasih Ibu. Terima
kasih semuanya.

Kelak
aku akan menjadi sepertimu. Dan dirimu akan menjadi Nenek dan Kakek
yang bahagia. Buat Nenek-nenek yang ada, aku ucapakan terima
kasihyang terdalam. Aku tidak akan membuatkan piring kayu dan gelas
kayu untuk oarang tuaku kelak. Tapi, akan kubuatkan hasil percobaan
yang berharga dan apa yang mereka berikan, bahkan lebih.

MasYa Allah

Monday, October 22nd, 2007

Aku
Bersyukur Karena Aku Diberikan Allah Keajaiban Dunia

Betapa
berharganya waktu kemarin yang disia-siakan. Tapi itu adalah sejarah,
yang ada sekarang adalah sekarang. Dan besok adalah misteri.

Betapa
berharganya tahun, tanyalah pada anak yang tidak lulus.

Betapa
berharganya bulan, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi premature.

Betapa
berharganya minggu, tanyalah pada editor sebuah Koran mingguan.

Betapa
berharganya hari, tanyalah pada prajurit yang akan berperang.

Betapa
berharganya jam, tanyalah pada penderita yang akan dioperasi.

Betapa
berharganya menit, tanyalah pada penumpang pesawat yang tertinggal.

Betapa
berharganya detik, tanyalah orang yang lolos dari kecelakaan.

Aku
mencoba merajut mimpi pada masa depan dimulai sekarang. Apapun yang
terjadi, baik itu positif maupun negatif, semua itu, hal yang terbaik
untuk mendapatkan masa depan yang baik. Jika ingin baik buahnya,
apakah baik dengan alami ataupun dengan diberi racun pestisida.
Manusialah yang akan memakannya.

Aku
mencoba belajar kehidupan ini dari hal-hal yang sepele, biasa, dan
hal yang mengagumkan. Awan yang cerah, ruput dijalan, suara jangkrik,
semuanya adalah hal biasa namun, bisa saja ini adalah hal yang
terakhir aku menikmatinya.

Namun,
aku tak tahu bagaimana dan apa yang harus aku perbuat dengan
sebaik-baiknya. Aku bersyukur karena aku diberikan Allah keajaiban
dunia yang baru aku pahami, dan sungguh merugi orang yang membuang
dan merusaknya.

Menyentuh
Ciptaan Allah

Merasakan
Ciptaan Allah

Melihat
Ciptaan Allah

Mendengarkan
Ciptaan Allah

Meraba
Ciptaan Allah

Mencintai
Ciptaan Allah

Mengharagai
Ciptaan Allah

Membantu
Ciptaan Allah

Melindungi
Ciptaan Allah

Tuhan
tidak akan bertanya apa yang aku lakukan untuk diriku sendiri, tapi
bertanya apa yang sudah aku lakukan untuk sesama manusia.

Tuhan
tidak akan bertanya dilingkungan mana aku tinggal. Tapi, akan
bertanya tentang apa yang aku lakukan untuk lingkunganku.

Tuhan
tidak akan bertanya apa jabatanku, tapi akan bertanya apakah aku
melakukan pekerjaanku dengan baik sesuai kemampuanku.

Aku
ingin berusaha belajar dari kesalahan orang lain karena, umurku tak
cukup melakukan kesalahan-kesalahan itu semua.